Harga Emas Antam Turun Rp40.000, Sentuh Rp2,878 Juta per Gram
Harga emas batangan produksi Antam kembali mengalami penurunan. Pada Rabu pagi, 18 Februari 2026, harga emas tercatat turun Rp40.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi yang terjadi beberapa hari terakhir.
Pergerakan harga tersebut menjadi perhatian pelaku pasar dan investor ritel. Fluktuasi emas kerap dijadikan indikator kondisi ekonomi global.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas batangan kini berada di level Rp2.878.000 per gram. Angka ini turun dari harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp2.918.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada ukuran emas lainnya. Emas 0,5 gram turut menyesuaikan harga mengikuti pergerakan emas 1 gram. Sementara itu, emas ukuran besar mengalami koreksi dengan nominal lebih signifikan.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali juga ikut turun. Harga buyback emas Antam berada di bawah harga jual. Kondisi ini memengaruhi keputusan investor jangka pendek.
Baca Juga : Profil Blueray dalam Kasus Suap Bea Cukai
Faktor Penyebab Harga Emas Melemah
Pergerakan harga emas tidak terlepas dari faktor global. Salah satu penyebab utama adalah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan.
Selain itu, sentimen suku bunga global masih menjadi perhatian. Ekspektasi kebijakan moneter yang ketat membuat investor beralih ke instrumen lain. Hal ini berdampak pada permintaan emas.
Di sisi lain, stabilnya kondisi geopolitik turut mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Ketika risiko global mereda, minat terhadap emas biasanya menurun.
Dampak bagi Investor dan Masyarakat
Penurunan harga emas dapat menjadi peluang bagi sebagian investor. Harga yang lebih rendah sering dimanfaatkan untuk menambah kepemilikan emas. Strategi ini umum digunakan oleh investor jangka panjang.
Sementara itu, bagi pemilik emas yang ingin menjual, kondisi ini perlu dicermati. Selisih harga jual dan buyback berpengaruh pada potensi keuntungan. Oleh karena itu, timing menjadi faktor penting.
Di sisi lain, masyarakat yang menjadikan emas sebagai tabungan masih melihat emas sebagai instrumen aman. Fluktuasi jangka pendek dinilai wajar dalam investasi logam mulia.
Prospek Harga Emas ke Depan
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif. Arah kebijakan bank sentral global menjadi faktor penentu utama. Selain itu, data ekonomi internasional juga akan memengaruhi pergerakan harga.
Jika ketidakpastian global meningkat, harga emas berpeluang kembali menguat. Namun, apabila dolar terus menguat, tekanan harga emas bisa berlanjut. Investor disarankan memantau perkembangan pasar secara berkala.
Turunnya harga emas Antam menjadi perhatian banyak pihak. Penyesuaian harga mencerminkan dinamika pasar global yang terus berubah. Dengan memahami faktor penyebabnya, investor dan masyarakat dapat mengambil keputusan lebih tepat dalam berinvestasi emas.




