Beritaempire.com, Jakarta – Tantangan Dedi Mulyadi ke Pandji Pragiwaksono. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menantang komika Pandji Pragiwaksono untuk berkeliling wilayah Jabar untuk membuktikan kinerjanya itu nyata atau hanya konten belaka.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi lewat media sosial, Minggu (41/2026) dalam konteks mengomentari pernyataan Pandji soal gubernur artis. Dedi meminta komika senior itu melihat pembangunan jalan-jalan provinsi di Jabar.
“Bang Pandji datang ke Jabar, keliling lewatin tuh jalan-jalan provinsi, kemudian keliling ke berbagai daerah di seluruh provinsi Jawa Barat, saya ngebangunnya bener apa enggak. Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan?” kata Dedi.
Dedi tampak tak sependapat dengan pernyataan Pandji yang menyebut orang Sunda senang memilih gubernur artis. Lewat media sosial miliknya, Dedi Mulyadi mengomentari penggalan video stand-up comedy Pandji Pragiwaksono.
Gubernur Artis Youtube
“Orang Sunda senang banget milih artis. Gubernurnya waktu itu Dedi Mizwar artis film. Wakil Gubernur mereka Dede Yusuf artis TV. Sekarang gubernurnya dedi mulyadi artis youtube,” kata Pandji dalam cuplikan video yang diunggah ulang Dedi Mulyadi, Minggu, (4/1/2026).
Menurut dia, seorang artis sah saja menjadi pejabat publik asalkan memiliki kualitas. Dia mencontohkan, Dede Yusuf termasuk pejabat artis yang kompeten.
“Walaupun dia artis, saya ngaku jujur, Pak Dese Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang realtif sangat baik dan sekarang 2 kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI juga kerangka pembangunannya juga keren. Untuk itu banyak yang ngartis juga punya kemampuan,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengakui bahwa ia termasuk pejabat yang juga kerap dianggap sebagai YouTuber. “Saya sendiri yang dianggap gubernur yang youtuber, saya tidak boleh memuji diri saya baik apa enggak saya memimpin,” ujar Dedi.

Selain itu, Dedi menegaskan, Dedi Mizwar dan Dede Yusuf juga dikenal sebagai artis itu justru gagal saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jabar.
“Sayang sekali bang panji, Pak Dedi Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Dedi Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya, kemudian Pak Dedi Yusuf pasangannya dengan Pak Lex, juga tidak terpilih,” kata Dedi Mulyadi.
Diketahui, Dedi Mizwar terpilih menjadi Wakil Gubernur Jabar mendampingi Gubernur Ahmad Heryawan pada periode 2013-2018. Setelah itu, ia kemudian kalah kontestasi saat maku sebagai calon Gubernur Jabar berpasangan dengan Dedi Mulyadi sebagai wakilnya pada 2018.
Sementara, Dede Yusuf pernah menjabat Wakil Gubernur Jabar berpasangan dengan Ahmad Heryawan pada periode 2008-2013. Saat menjadi jadi gubernur pada 2013 ia justru kalah.
Dedi Mulyadi Ngefans Pandji Pragiwaksono
Selama ini, Dedi Mulyadi mengaku jadi salah satu penggemar Pandji Pragiwaksono. Ia menilai pernyataan Pandji kerap menggelitik, korektif dan edukatif.
“Bang panji terima kasih ya, saya penggemar anda loh. Anda ini keren,” katanya.
“Terus berkarya melakukan otokritik yang terbuka karena ini negara demokrasi setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka, keren,” tutup Dedi.
Baca juga: 12 Tips Buat Karyawan Kantoran Super Sibuk Agar Tahan Banting
Gubernur Youtuber
“Nah sedangkan saya sendiri yang dianggap gubernur yang youtuber, saya gak boleh menguji diri saya. Baik apa enggak saya memimpin. Nah gini aja, Kang Panji datang ke Jabar, keliling, lewatin tuh jalan-jalan provinsi ya,” ungkapnya.
“Kemudian keliling ke daerah-daerah di berbagai daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Saya ngebangunnya benar apa enggak? Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan? Ya kita sama-sama lihat bagaimana hasilnya di lapangan,” tambah dia.
Tak lupa, Dedi juga meminta agar Pandji terus berkarya dan melakukan otokritik yang terbuka. Sebab, Indonesia termasuk pada negara demokrasi yang semua orang bebas berpendapat.
“Karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka. Apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka. Keren,” jelas Dedi Mulyadi.
Sementara itu, dia juga menyinggung ungkapan Pandji perihal kepemimpinan Jawa Barat yang seringkali memilih pemimpin berlatar belakang Artis. Dedi menekankan, tak semua artis yang menyalonkan diri otomatis terpilih.
“Sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Deddy Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya. Kemudian Pak Dede Yusuf juga gak terpilih juga,” ungkap dia.
Meski berlatar belakang artis, Dedi turut mengakui bahwa Dede Yusuf sejatinya mempunyai pemahaman pembangunan yang sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa para calon politik yang berlatar belakang artis tak semuanya jelek.
“Tetapi walaupun dia artis, saya ngaku jujur, Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI juga kerangka berpikir pembangunannya keren. Nah untuk itu banyak yang artis juga punya kemampuan,” tukas Dedi Mulyadi.




