Berita Empire

Update Berita Terbaru Setiap Harinya

Sahur on The Road Dilarang Pemprov DKI Jakarta
BERITA TERKINI

Sahur on The Road Dilarang Pemprov DKI Jakarta

Beritaempire.com, Jakarta – Sahur on The Road Dilarang Pemprov DKI Jakarta. Sahur on The Road Dilarang Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi( Pemprov) DKI Jakarta lewat Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP) melarang aktivitas Sahur on The Road( SOTR) serta aksi sweeping oleh organisasi warga( ormas) sepanjang Ramadan. Aktivitas tersebut dikira berpotensi mengusik kedisiplinan universal.

Sahur on the Road itu kan pula kita imbau kepada warga supaya tidak melakukan itu. Terus jangan hingga organisasi warga melaksanakan sweeping- sweeping gitu kan,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan dalam keterangannya, dilansir Selasa( 17/ 2/ 2026).

Ia menegaskan, apabila masih ditemui pelajar ataupun kelompok warga yang senantiasa menggelar SOTR, Satpol PP hendak melaksanakan penertiban langsung di lapangan.

“ Ya tentu kita jalani penertiban. Kita hendak larang itu,” ucap Satriadi.

Patroli Teratur Sepanjang Ramadan

Ia mengantarkan sepanjang Ramadan, hendak terdapat patroli teratur di segala daerah Jakarta. Total 1. 900 personel gabungan yang meliputi Satpol PP, Satlinmas, dan faktor Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Polri hendak diterjunkan dalam skema 3 Pilar.

“ Tentu mereka patroli ya, patroli teratur, masing- masing hari, masing- masing malam, di patroli daerah tentu Satpol PP di command center senantiasa laporan,” jelasnya.

Satriadi menyebut, kekuatan personel di tiap- tiap daerah hendak disesuaikan dengan tingkatan kerawanan serta objek pengamanan. Koordinasi dicoba secara berjenjang mulai dari tingkatan kecamatan, mengaitkan Polsek, Koramil, lurah sampai camat.

Sahur on The Road Dilarang Pemprov DKI Jakarta
beritaempire

Ormas Dilarang Razia Rumah Makan

Gubernur DKI Pramono Anung melarang ormas sweeping terhadap rumah makan sepanjang Ramadhan tahun ini. Sweeping dapat merangsang konflik di area warga.

” Pastinya aku selaku gubernur bertanggung jawab buat itu serta aku tidak mengizinkan buat terdapat sweeping,” kata Pramono.

Ia berkata, selaku kepala wilayah dirinya bertanggung jawab melindungi suasana senantiasa kondusif, paling utama sebab Jakarta ialah kota dengan kebanyakan penduduk beragama Islam.

Bagi ia, momentum Ramadan wajib jadi ajang menguatkan toleransi antarumat beragama, bukan malah menimbulkan kasus sosial. Ia pula menegaskan seluruh kegiatan yang berpotensi memunculkan kerawanan serta keributan tidak hendak diizinkan.

“ Pokoknya perihal yang memunculkan kerawanan, keributan aku tidak izinkan. Namun jika memunculkan kenyamanan, nanti aku izinkan,” ucapnya.

Larangan tersebut diperkuat oleh Direktorat Kemudian Lintas Polda Metro Jaya. Direktur Kemudian Lintas Kombes Latif Usman menegaskan, sahur on the road memanglah tidak diperbolehkan. Sebagaimana kebijakan pada tahun- tahun lebih dahulu.

Dia mengantarkan, kepolisian sudah mempersiapkan patroli berskala besar yang mengaitkan segala Polres di daerah Jakarta. Pengamanan hendak difokuskan di beberapa jalur protokol yang sering dijadikan posisi konvoi kendaraan menjelang sahur.

Langkah Tegas Kapolres Metro Jakarta

Langkah tegas pula di informasikan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Ahmad Fuady. Dia membenarkan, petugas hendak langsung mengamankan kelompok yang nekat menggelar sahur on the road. Penindakan dicoba selaku wujud pembinaan sekalian penangkalan kendala keamanan.

Sedangkan itu, Polres Metro Jakarta Timur ikut mengerahkan puluhan personel bonus buat patroli teratur sepanjang Ramadan guna membenarkan suasana senantiasa kondusif.

Tidak cuma itu, Pemprov DKI Jakarta juga melarang organisasi warga ataupun kelompok tertentu melaksanakan sweeping ataupun razia mandiri terhadap warung makan. Pemerintah menegaskan, penertiban bukan kewenangan ormas.

Staf Spesial Gubernur Jakarta, Chico Hakim, mengimbau owner warung makan buat memasang gorden selaku wujud penghormatan kepada umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa.

Dengan bermacam langkah tersebut, Pemprov DKI berharap Ramadan tahun ini bisa berlangsung nyaman, tertib, serta penuh kekhusyukan untuk segala masyarakat Jakarta.

Baca juga: Profil Blueray dalam Kasus Suap Bea Cukai

Mau Ganti Warga Jakarta

Pramono pula mau mengganti wajah Jakarta sesuai dengan hari besar keagamaan yang lagi dirayakan. Contohnya dengan ornamen khas Imlek yang menghiasi Bundaran Hotel Indonesia.

” Saat ini ini periodisasi kita menyongsong Imlek dari bertepatan pada 13 hingga dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu bertepatan pada 18, hingga Jakarta mukanya total berganti jadi wajah yang Ramadan serta pula wajah yang menyongsong Idul Fitri,” ungkap ia.

Oleh karena itu, Pramono membenarkan hendak menunjang tiap aktivitas yang bertabiat positif serta mendatangkan kenyamanan sepanjang bulan Ramadan.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *