JAKARTA – Pagi hari yang seharusnya dipenuhi dengan semangat belajar dan kegiatan sekolah diwarnai dengan insiden yang menggemparkan di kawasan Jakarta Utara. Sebuah kendaraan Multi-purpose Vehicle (MBG), yang diketahui merupakan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), tiba-tiba menerobos masuk ke halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kalibaru, Cilincing. Kecelakaan tragis ini terjadi ketika puluhan siswa sedang melaksanakan kegiatan di lapangan sekolah.
Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa Mobil Tabrak Siswa SD Cilincing telah menyebabkan setidaknya 21 korban terluka, termasuk 20 siswa dan satu guru. Beruntung, meskipun insiden itu sangat parah, otoritas setempat memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Para korban segera dilarikan ke dua rumah sakit terdekat. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kepanikan besar di lingkungan sekolah, tetapi juga memicu penyelidikan serius dari pihak kepolisian dan menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai standar keselamatan operasional kendaraan yang terkait dengan program pemerintah.
📅 Kronologi Kelam: Salah Injak Pedal Hingga Menerobos Pagar
Insiden ini terjadi pada Kamis pagi, 11 Desember 2025, sekitar pukul 06.30 hingga 07.39 WIB, tepat ketika para siswa sedang berkumpul di lapangan sekolah untuk melaksanakan kegiatan literasi atau baris-berbaris pagi.
1. Masuknya Kendaraan Tak Terkendali
-
Sopir Pengganti: Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, mobil blind van berjenis Daihatsu Grand Max tersebut dikemudikan oleh sopir pengganti berinisial AI, ditemani oleh kernet MRR. Sopir ini ditugaskan untuk mengantarkan logistik makanan bergizi ke sekolah.
-
Menerobos Pagar: Mobil tersebut diduga melaju dengan kecepatan tidak terkendali saat hendak memasuki area sekolah yang bangunannya berada di tanjakan. Mobil menabrak pagar yang saat itu dalam kondisi tertutup, kemudian langsung menerobos masuk ke lapangan sekolah. Rekaman CCTV di lokasi mengonfirmasi detik-detik mencekam ketika mobil tersebut melaju ke area berkumpulnya siswa.
2. Pengakuan Sopir
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, mengungkapkan bahwa keterangan sementara dari sopir menunjukkan adanya kesalahan fatal dalam pengoperasian kendaraan.
-
Dugaan Salah Injak Pedal: Sopir tersebut diduga berniat menginjak rem untuk menghentikan laju mobil di tanjakan, tetapi justru salah menginjak pedal gas. Kesalahan ini menyebabkan mobil melonjak ke depan dengan tiba-tiba dan tak terkendali, menghantam barisan siswa yang sedang beraktivitas. Kejadian ini menekankan pentingnya evaluasi ketat terhadap kualifikasi dan kondisi setiap pengemudi, terutama yang mengoperasikan kendaraan di area sensitif seperti sekolah.
🚑 Penanganan Korban dan Jaminan Pembiayaan
Prioritas utama setelah insiden adalah penanganan medis cepat terhadap para korban luka.
1. Perawatan Intensif di Dua RS
-
21 Korban Luka: Total korban mencapai 21 orang (sebagian sumber menyebut 20, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru, sementara Pemprov DKI menyebut 21 orang). Mereka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
-
Rumah Sakit Rujukan: Korban dirawat di dua fasilitas utama: RSUD Koja (sekitar 5-6 orang), termasuk satu siswa yang sempat mengalami luka berat dan dirawat di ruang ICU, dan RSUD Cilincing (sekitar 15-16 orang).
2. Biaya Ditanggung Penuh
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis para korban, dari evakuasi hingga pemulihan, akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, PT Jasa Raharja juga menjamin santunan sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, menegaskan perlindungan bagi semua korban.
-
Pemulihan Jangka Panjang: Pemprov DKI juga berkomitmen untuk memantau kondisi korban, bahkan setelah mereka diizinkan pulang. Anak-anak yang menjalani rawat jalan diperintahkan untuk kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan kontrol, memastikan tidak ada dampak jangka panjang yang terlewatkan.
🚔 Usut Tuntas: Pertanggungjawaban dan Pencegahan
Pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengusut tuntas insiden Mobil Tabrak Siswa SD Cilincing ini.
1. Penahanan dan Pemeriksaan
-
Sopir dan Kernet Diamankan: Sopir berinisial AI dan kernet MRR telah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi akan mendalami dugaan unsur kelalaian pengemudi (human error), serta memeriksa kondisi teknis kendaraan untuk memastikan apakah ada kerusakan mekanis yang berkontribusi pada kecelakaan.
-
Potensi Pidana: Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz, menegaskan bahwa proses hukum akan dilanjutkan jika ditemukan unsur pidana dalam insiden ini, menunjukkan komitmen untuk menegakkan keadilan dan tanggung jawab.
2. Evaluasi Program MBG
Insiden ini secara tak terhindarkan memicu sorotan tajam terhadap pengawasan dan standar operasional program-program pemerintah yang melibatkan distribusi menggunakan kendaraan di area publik, terutama sekolah.
-
Audit Keselamatan: Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak swasta penyedia jasa angkutan MBG untuk melakukan audit menyeluruh terhadap SOP keselamatan, kualifikasi pengemudi, dan pengecekan rutin kondisi kendaraan yang mereka gunakan.
Tragedi di Cilincing ini memberikan pelajaran pahit tentang kerentanan keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah dan krusialnya pengawasan ketat terhadap kendaraan operasional. Syukurlah, berkat penanganan cepat dan ketiadaan korban jiwa, fokus kini dapat dialihkan sepenuhnya pada pemulihan para siswa dan guru yang terluka, serta upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.
Baca juga:
- Rusia Tembak Jatuh 287 Drone Ukraina dalam Semalam
- 9 Tanda Tidur Cukup Tetapi Masih Terasa Lelah Saat Bekerja
- AS Akan Turun Tangan Damaikan Kamboja – Thailand
Informasi ini dipersembahkan oleh paus empire




