Menkeu Purbaya Ungkap Sulit Tidur Akibat Tanggung Jawab Besar
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia sering mengalami kesulitan tidur di malam hari. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara yang menyingkap tekanan besar dari tugasnya sebagai pembentuk kebijakan fiskal nasional.
Purbaya menjelaskan bahwa beban tanggung jawab dalam mengelola perekonomian menjadi salah satu faktor utama. Kondisi ini terjadi di tengah upaya pemerintah menghadapi tantangan global dan target pembangunan nasional.
Beban Tugas Berat dalam Mengelola Ekonomi
Sebagai Menteri Keuangan, Purbaya memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia. Ia bertanggung jawab mengatur anggaran negara, mengawasi pengelolaan utang, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tetap positif.
Purbaya menyatakan bahwa berbagai rapat, koordinasi kebijakan, dan evaluasi program sering berlangsung hingga larut malam. Aktivitas ini membuat waktu tidur menjadi berkurang dibanding biasanya.
Selain itu, tantangan ekonomi global juga menjadi perhatian serius. Ketidakpastian pasar, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan inflasi turut menambah kompleksitas tugasnya.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa semua itu merupakan bagian dari komitmennya untuk melayani negara. Purbaya berpandangan bahwa setiap risiko dan tekanan pekerjaan harus dihadapi dengan profesional.
Dampak Tekanan Kerja terhadap Waktu Istirahat
Sulit tidur yang diakui Menkeu bukan sekadar masalah fisik semata. Ia mengatakan kondisi tersebut sering muncul karena pikirannya terus bekerja memikirkan berbagai skenario kebijakan.
Selain itu, Purbaya mengatakan bahwa sebagai pejabat publik ia harus selalu siaga, bahkan di luar jam kerja kantor. Situasi genting atau kebutuhan konsultasi sering muncul tanpa prediksi sebelumnya.
Sementara itu, ia mengaku tidak selalu menemukan solusi langsung. Ada kalanya tekanan justru datang dari tanggung jawab yang harus ditunaikan secara tepat waktu. Namun demikian, Purbaya tidak menyesali perannya tersebut.
Di sisi lain, ia juga berbagi bahwa penting bagi setiap profesional untuk menyeimbangkan antara kerja dan istirahat. Menjaga kualitas tidur, menurutnya, mendukung produktivitas jangka panjang.
Baca Juga : Kronologi Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas
Upaya Menjaga Kesehatan Meski Sibuk
Purbaya menjelaskan bahwa ia berupaya mengatur pola hidup sehat di tengah kesibukan. Ia mengatur jadwal istirahat dan olahraga ringan ketika memungkinkan. Pendekatan ini diharapkan membantu mengurangi stres kronis.
Selain itu, ia juga sering melakukan refleksi harian. Mengatur prioritas tugas dan mendelegasikan pekerjaan merupakan strategi yang dipilih untuk menangani beban kerja yang tinggi.
Di sisi lain, Purbaya juga menekankan pentingnya dukungan tim kerja. Struktur tim yang solid membantu meringankan sebagian beban tugas. Kerja sama intens antarinstansi dianggap menjadi kunci pencapaian target kebijakan.
Meski waktu tidur menjadi tantangan, ia tetap bersyukur atas dukungan keluarga dan rekan kerja. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap tantangan besar biasanya datang bersama dukungan orang-orang terdekat.
Pandangan Publik dan Respons Terhadap Pernyataan Menkeu
Pernyataan Purbaya tentang sulit tidur menarik perhatian masyarakat. Beberapa pengamat menilai hal ini mencerminkan beban besar pemimpin di tengah situasi ekonomi yang menuntut ketelitian. Mereka menghormati keterbukaan Menkeu mengenai kondisi ini.
Sementara itu, masyarakat umum juga menunjukkan empati. Banyak yang menyampaikan harapan agar pejabat publik tetap menjaga kesehatan meski didera tekanan kerja.
Di sisi lain, ada pula yang menilai pentingnya struktur kerja yang lebih berkelanjutan. Manajemen waktu dan beban kerja yang seimbang dipandang esensial dalam jabatan tingkat tinggi.
Penutup
Pengakuan Menkeu Purbaya tentang kesulitan tidur setiap malam menunjukkan sisi manusiawi di balik peran penting dalam pemerintahan. Beban tanggung jawab yang besar serta dinamika pengelolaan perekonomian nasional menjadi faktor utama.
Meski demikian, Purbaya tetap memegang komitmen untuk menjalankan tugas dengan profesional. Upaya menjaga pola hidup sehat serta dukungan tim kerja menjadi bagian dari strategi menghadapi tekanan tersebut.
Pernyataan ini juga mengingatkan publik bahwa pemimpin negara menghadapi tantangan besar di balik layar, sekaligus pentingnya keseimbangan antara kerja dan kesehatan secara menyeluruh.




