Berita Empire – Indonesia terus meningkatkan kualitas koneksi internet nasional, terutama pada jaringan mobile. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet mobile rata-rata mencapai 60 Mbps pada tahun 2026. Target ini guna menjawab kebutuhan pengguna yang kian bergantung pada layanan digital.
Saat ini, rata-rata kecepatan internet seluler di Indonesia berada pada level puluhan megabit per detik. Meski belum mencapai kecepatan tinggi seperti di beberapa negara tetangga, peningkatan signifikan telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah berharap target 60 Mbps dapat tercapai melalui kolaborasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pengembangan infrastruktur jaringan.
Latar Belakang dan Upaya Peningkatan
Target 60 Mbps pada 2026 bukanlah angka acak. Ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah Komdigi untuk mendorong pertumbuhan konektivitas digital di seluruh Indonesia. Rencana itu tercantum dalam kebijakan peningkatan kecepatan internet nasional secara bertahap, yang berangkat dari rata-rata puluhan Mbps saat ini menuju target lebih tinggi di masa depan.
Peningkatan kualitas layanan akan dilakukan melalui penguatan jaringan 4G dan perluasan adopsi 5G di wilayah prioritas. Komdigi juga telah membuka proses lelang frekuensi radio untuk mendukung implementasi layanan 4G/5G yang lebih luas. Frekuensi seperti 700 MHz dan 2,6 GHz dipersiapkan untuk memperkuat kapasitas jaringan dan kualitas layanan di banyak kota besar dan wilayah lain.
Baca Juga : Harga Emas Naik Sepekan: Lonjakan Rp184.000 per Gram
Namun, di luar kawasan metropolitan, konektivitas masih belum merata. Kecepatan mobile di daerah non-perkotaan sering masih di bawah target. Oleh karena itu, Komdigi mendorong kolaborasi operator dan penyedia infrastruktur untuk memperluas jangkauan sinyal dan mengurangi kesenjangan kecepatan antar wilayah.
Dukungan dari Industri Telekomunikasi
Operator seluler nasional menyatakan dukungannya terhadap target pemerintah. Misalnya, operator besar seperti Indosat Ooredoo Hutchison menyebutkan kesiapan mereka mendukung percepatan konektivitas digital. Industri melihat peningkatan kecepatan internet sebagai langkah strategis yang penting untuk pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan di seluruh Indonesia.
Dalam diskusi industri, peningkatan kapasitas jaringan, modernisasi perangkat 4G, penggelaran infrastruktur 5G, serta penambahan fiber optik untuk backhaul merupakan beberapa langkah teknis yang sedang dijalankan. Semua itu ditujukan agar target kecepatan nasional bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Manfaat Kecepatan Internet yang Lebih Tinggi
Kecepatan internet mobile yang lebih tinggi dipandang memiliki dampak besar bagi masyarakat dan ekonomi digital. Dengan kecepatan yang lebih cepat, pengguna dapat menikmati layanan online seperti streaming video berkualitas tinggi, konferensi video, game online, dan penggunaan aplikasi digital lain tanpa lag yang signifikan.
Selain itu, sektor UMKM juga mendapat manfaat dari peningkatan akses internet cepat. Akses yang lebih baik membuat pelaku usaha kecil lebih mudah menjangkau pasar digital, memasarkan produk, serta mendapatkan informasi penting untuk pertumbuhan usaha mereka.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski target 60 Mbps terdengar ambisius, tantangan masih cukup besar. Infrastruktur di beberapa daerah belum optimal, dan biaya investasi jaringan juga tinggi. Pemerintah perlu terus mendorong insentif dan kemudahan perizinan agar operator dapat memperluas jaringan mereka dengan lebih cepat.
Namun, dengan dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, target peningkatan kecepatan ini dianggap realistis untuk dicapai pada 2026. Komdigi berharap bahwa konektivitas internet yang lebih cepat dan merata akan menjadi landasan kuat bagi transformasi digital di Indonesia dalam lima tahun mendatang.




