Harga emas naik sepekan terakhir pada periode 19–25 Januari 2026. Harga logam mulia ini melonjak tajam dan menarik perhatian pelaku pasar serta investor individu di Indonesia. Lonjakan tersebut terjadi pada harga emas batangan yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan beberapa pengecer lain.
Dalam rentang pekan itu, harga emas Antam bergerak dari sekitar Rp2.703.000 per gram hingga mencapai Rp2.887.000 per gram. Pergerakan ini mencatat kenaikan sebanyak Rp184.000 per gram hanya dalam waktu beberapa hari. Angka tersebut mencerminkan tren penguatan logam mulia yang signifikan.
Alasan Kenaikan Harga Emas
Penguatan harga emas tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor global dan domestik yang menjadi pendorong utama. Pertama, harga emas dunia cenderung meningkat karena kondisi ekonomi global yang masih bergejolak. Permintaan terhadap aset safe haven seperti emas naik ketika investor merasa ada risiko di pasar modal.
Baca Juga : Toyota GR Yaris Super Langka: Edisi Sébastien Ogier 9x World Champion Hanya 200 Unit
Faktor lain adalah dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah yang relatif melemah cenderung membuat harga emas dalam rupiah tampak lebih tinggi karena logam mulia dihargai dalam dolar di pasar internasional. Ketika dolar menguat, harga emas di Indonesia sering kali ikut terdongkrak.
Rincian Pergerakan Harga Emas Antam
Selama pekan tersebut, harga emas Antam menunjukkan tren yang kuat naik. Pada awal pekan, harga per gram berada di kisaran Rp2,7 juta. Menjelang akhir pekan, angka itu terus meningkat. Hingga hari Sabtu (24/1), harga emas batangan ini menyentuh Rp2.887.000 per gram.
Harga tersebut tidak hanya berlaku untuk emas Antam. Pengecer lain seperti Galeri24 juga mencatat kenaikan. Bahkan, pada periode yang sama, harga emas Galeri24 naik lebih tinggi dibandingkan Antam, yaitu sekitar Rp238.000 per gram.
Lonjakan ini berdampak pada harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh pengecer. Buyback Antam misalnya juga ikut meningkat signifikan dalam pekan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan emas tidak hanya untuk investasi jangka panjang tetapi juga untuk likuiditas cepat.
Pengaruh Naiknya Harga Emas terhadap Investor
Kenaikan harga emas sering dianggap sebagai sinyal pasar yang berhati-hati. Sejumlah investor logam mulia bahkan meningkatkan pembelian selama pekan lalu. Mereka melihat emas sebagai aset lindung nilai untuk mengatasi tekanan ekonomi global dan volatilitas pasar saham.
Permintaan emas batangan juga meningkat dari kalangan perorangan. Banyak pembeli memilih logam mulia sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang mereka. Fenomena ini terlihat jelas dari tingginya volume transaksi di butik emas dan toko perhiasan.
Prediksi Pasar Jangka Pendek
Para pakar komoditas memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak naik dalam waktu dekat. Faktor geopolitik, kebijakan moneter global, hingga perubahan suku bunga bank sentral menjadi variabel penting yang dipantau. Jika sentimen risiko meningkat, permintaan terhadap emas kemungkinan tetap kuat.




