Beritaempire.com, Jakarta – Ini Dia Robot Sales Humanoid Buatan Chery. Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, kembali membuat gebrakan yang tak biasa. Bukan menghadirkan mobil listrik terbaru, pabrikan ini justru meluncurkan robot humanoid canggih yang kini resmi dipasarkan ke publik. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif mulai meluas ke ranah robotika berbasis kecerdasan buatan (AI).
Lewat anak usahanya, AiMoga, Chery mulai menjual robot humanoid bernama Mornine M1 secara online. Penjualannya dilakukan melalui platform e-commerce populer, JD.com.
Konsumen sudah dapat melakukan pemesanan sejak sekarang, dengan jadwal pengiriman unit pertama dimulai pada akhir Mei 2026. Untuk memilikinya, calon pembeli perlu merogoh kocek sebesar 285.800 yuan atau sekitar USD 41.400 (Rp600 jutaan).
Dengan banderol tersebut, Mornine M1 masuk dalam kategori robot humanoid komersial premium yang menyasar pasar profesional dan bisnis.
Secara teknis, Mornine M1 dirancang menyerupai manusia dewasa. Robot ini memiliki tinggi 167 cm dan bobot sekitar 70 kg, sehingga terlihat proporsional saat berinteraksi dengan manusia.
Untuk mendukung mobilitasnya, robot ini dibekali 40 derajat kebebasan gerak. Hal ini memungkinkan pergerakan yang fleksibel dan natural, mulai dari berjalan hingga melakukan aktivitas dengan kedua tangan.
Di sektor daya, Mornine M1 menggunakan baterai berkapasitas 0,7 kWh yang mampu bertahan sekitar dua jam operasional, dengan waktu pengisian ulang kurang lebih dua jam.
Sensorik yang Canggih
Sementara itu, kemampuan sensoriknya cukup canggih. Robot ini dilengkapi dengan 3D LiDAR, kamera depth (kedalaman), kamera wide-angle, dan sensor ultrasonik.
Kombinasi teknologi tersebut membuat M1 mampu memahami lingkungan sekitar dan bergerak secara mandiri dengan presisi tinggi.
Menariknya, Mornine M1 tidak hanya sekadar demonstrasi teknologi. Robot ini dirancang untuk kebutuhan praktis di dunia nyata.
Beberapa fungsi unggulannya antara lain membuka pintu mobil secara otomatis, melakukan tugas dengan dua tangan (dual-hand operation), dikendalikan dari jarak jauh menggunakan teknologi VR, dan berperan sebagai resepsionis atau tenaga penjualan.
Dengan kemampuan tersebut, robot ini berpotensi digunakan di berbagai tempat seperti showroom mobil, pusat perbelanjaan, hingga area publik lainnya.
Berikut adalah rincian spesifikasi teknis Mornine M1:
-
Dimensi: Tinggi 167 cm dengan berat 70 kg.
-
Fleksibilitas: Memiliki 40 derajat kebebasan (degrees of freedom) di seluruh tubuhnya, memungkinkan gerakan yang menyerupai sendi manusia.
-
Kecepatan: Mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 1 meter per detik.
-
Kekuatan: Muatan maksimal di ujung lengan mencapai 1,5 kg.
-
Baterai: Kapasitas 0,7 kWh dengan waktu pengisian 2 jam untuk penggunaan aktif selama 2 jam.

Harga dan Ketersediaan di Pasar
Bagi konsumen yang tertarik meminang asisten robotik ini, AiMOGA telah menetapkan banderol harga yang cukup fantastis namun kompetitif untuk skala industri:
-
Mornine M1 (Humanoid): 285.800 yuan atau sekitar Rp717 juta. Stok tersedia setelah 23 Mei 2026.
-
Argos X1 (Robot Anjing): 15.800 yuan atau sekitar Rp39,6 juta. Stok tersedia setelah 8 Mei 2026.
Selain dijual secara daring, AiMOGA juga memperluas distribusi secara luring melalui kerja sama dengan beberapa jaringan dealer.
Mornine M1 tidak hanya menjadi “pajangan” teknologi. Robot ini mampu melakukan operasi kolaboratif dua tangan, membuka pintu mobil secara otonom, hingga pengoperasian jarak jauh berbasis Virtual Reality (VR).
Target pasar utama untuk robot ini mencakup:
-
Sektor Penjualan: Sebagai asisten di toko retail.
-
Resepsionis: Menyambut tamu di kantor atau hotel.
-
Pelatihan & Edukasi: Media pembelajaran teknologi robotika tingkat tinggi.
Laporan riset TrendForce memproyeksikan bahwa paruh kedua tahun 2026 akan menjadi periode kritis komersialisasi robot humanoid global.
Peluang Pasar Terbuka Lebar
Masuknya Chery ke bisnis robot humanoid bukan tanpa alasan. Perusahaan melihat robotika sebagai “mesin pertumbuhan” baru di luar kendaraan listrik yang selama ini menjadi fokus utama.
Dengan pengalaman dalam pengembangan AI kendaraan, sistem sensor, serta arsitektur elektronik otomotif, Chery dinilai memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan robot pintar.
Tak hanya itu, strategi pemasaran juga dibuat fleksibel. Konsumen dapat membeli Mornine M1 melalui skema cicilan hingga leasing, guna memperluas jangkauan pasar.
Chery bukan satu-satunya pemain yang melirik sektor ini. Sejumlah produsen otomotif global juga mulai mengembangkan robot humanoid sebagai bagian dari transformasi industri.
Robot-robot ini diproyeksikan memiliki peran penting di masa depan, seperti otomatisasi industri, layanan pelanggan, hingga mengatasi kekurangan tenaga kerja.
Bahkan, pasar robot humanoid diprediksi akan memasuki fase komersialisasi besar-besaran mulai paruh kedua 2026.
Langkah Chery ini pun menjadi bukti bahwa batas antara industri otomotif dan teknologi semakin kabur. Ke depan, bukan tidak mungkin showroom mobil akan diisi oleh robot cerdas yang siap melayani konsumen secara langsung.




