Kabar mengejutkan datang dari London Barat tepat saat publik merayakan pergantian tahun. Berdasarkan pengumuman resmi klub pada Kamis (1/1/2026), Enzo Maresca Dipecat Chelsea setelah hanya bertugas selama 18 bulan di Stamford Bridge. Keputusan ini diambil manajemen The Blues menyusul rentetan hasil buruk sepanjang bulan Desember 2025 yang membuat posisi tim melorot drastis. Meski sempat membawa Chelsea menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, prestasi tersebut tidak cukup menyelamatkan karier pelatih asal Italia ini. Ketegangan antara Maresca dan jajaran direksi klub dilaporkan memuncak dalam 48 jam terakhir sebelum pengumuman resmi dirilis. Hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth pada Selasa lalu menjadi laga terakhir Maresca di pinggir lapangan. Kini, pemilik klub Todd Boehly dan konsorsium Clearlake Capital harus kembali mencari nahkoda baru untuk menyelamatkan musim mereka. Para pendukung klub menyuarakan kekecewaan mereka terhadap inkonsistensi tim yang kini tertahan di peringkat kelima klasemen Liga Inggris. Artikel ini akan mengupas alasan mendalam di balik keputusan pahit ini serta langkah yang akan diambil Chelsea selanjutnya.
📉 Alasan Utama di Balik Enzo Maresca Dipecat Chelsea
Faktor performa lapangan menjadi alasan paling nyata yang terlihat oleh publik. Namun, peristiwa Enzo Maresca Dipecat Chelsea sebenarnya dipicu oleh masalah yang jauh lebih kompleks di balik layar.
The Blues hanya mampu mencatatkan satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir mereka di Premier League. Penurunan performa ini sangat kontras dengan pencapaian tim pada bulan November yang sempat menghancurkan Barcelona di Liga Champions. Berikut adalah beberapa faktor krusial yang menyebabkan pemecatan ini:
-
Hasil Buruk Desember: Chelsea kehilangan 13 poin berharga di kandang sendiri sepanjang bulan terakhir tahun 2025.
-
Keretakan Hubungan Internal: Maresca dilaporkan berselisih dengan tim medis mengenai rotasi pemain dan manajemen beban kerja pemain bintang seperti Reece James dan Cole Palmer.
-
Komentar Kontroversial: Pernyataan Maresca mengenai “48 jam terburuk” setelah kemenangan atas Everton memicu kemarahan manajemen karena dianggap menyerang struktur klub secara terbuka.
-
Isu Manchester City: Muncul laporan bahwa Maresca telah menjalin komunikasi dengan Manchester City untuk menggantikan Pep Guardiola di masa depan.
Ketidakcocokan visi antara pelatih dan direktur olahraga, Lawrence Stewart serta Paul Winstanley, membuat situasi di Stamford Bridge menjadi tidak kondusif. Manajemen merasa bahwa perubahan segera diperlukan agar target kualifikasi Liga Champions musim depan tidak melayang.
🏟️ Kondisi Ruang Ganti Setelah Enzo Maresca Dipecat Chelsea
Pasca berita Enzo Maresca Dipecat Chelsea tersiar, reaksi beragam muncul dari para pemain di media sosial. Beberapa pemain kunci merasa kehilangan sosok pelatih yang telah memberikan mereka dua trofi internasional dalam setahun terakhir.
[Gambar: Marc Cucurella mengunggah foto perpisahan dengan Enzo Maresca di Instagram]
Namun, laporan lain menyebutkan bahwa sebagian skuad mulai merasa jenuh dengan metode latihan Maresca yang dianggap terlalu kaku secara taktis. Strategi berbasis posisi yang diterapkan sering kali membuat lini serang Chelsea terlihat buntu saat menghadapi pertahanan yang rapat. Hal ini diperparah dengan kebijakan rotasi ekstrem yang terkadang dianggap merusak ritme permainan tim. Manajemen klub kini berharap bahwa pergantian pelatih dapat memberikan efek kejut positif bagi mentalitas para pemain muda. Chelsea memiliki salah satu skuad termuda di liga, dan mereka membutuhkan sosok pemimpin yang bisa menjaga stabilitas emosional tim. Laga berat melawan Manchester City pada Minggu (4/1/2026) akan menjadi ujian pertama bagi tim tanpa kehadiran Maresca di bangku cadangan.
🧭 Siapa Kandidat Pengganti di Stamford Bridge?
Setelah pengumuman Enzo Maresca Dipecat Chelsea, spekulasi mengenai penggantinya langsung merebak luas di media-media Inggris. Manajemen dikabarkan menginginkan pelatih yang lebih kolaboratif dan sejalan dengan kebijakan transfer klub yang fokus pada talenta muda.
Nama Liam Rosenior, yang saat ini sukses melatih Strasbourg di Prancis, muncul sebagai kandidat terdepan karena keterkaitan klub tersebut dengan grup pemilik Chelsea. Selain Rosenior, beberapa nama lain yang masuk radar adalah Francesco Farioli dan kembalinya Thomas Frank dalam daftar incaran. Chelsea kemungkinan besar akan menunjuk pelatih sementara (interim) jika kesepakatan permanen tidak tercapai dalam waktu singkat. Calum McFarlane, pelatih kepala Chelsea U-21, diprediksi akan mengisi kekosongan saat konferensi pers pra-pertandingan melawan City. Target klub tetap jelas: mengamankan posisi empat besar dan melaju sejauh mungkin di kompetisi piala. Fans berharap manajemen tidak salah langkah lagi dalam memilih manajer tetap kelima di era kepemilikan baru ini.
Kesimpulan
Keputusan manajemen saat Enzo Maresca Dipecat Chelsea menunjukkan betapa tingginya standar yang ditetapkan di Stamford Bridge. Meskipun trofi internasional berhasil diraih, ketidakstabilan di kompetisi liga dan konflik internal tetap menjadi “garis merah” yang tidak bisa ditoleransi. Maresca meninggalkan klub dengan catatan 55 kemenangan dari 92 pertandingan, sebuah rasio yang sebenarnya cukup impresif namun berakhir pahit karena masalah non-teknis. Kini, babak baru akan dimulai bagi Si Biru di tahun 2026 dengan harapan stabilitas yang lebih lama. Para pendukung setia tentu merindukan sosok manajer yang mampu membawa tim bersaing kembali di jalur juara Liga Inggris. Mari kita nantikan siapa yang akan dipilih oleh jajaran direksi untuk memimpin proyek ambisius ini selanjutnya. Masa depan Chelsea kini berada di persimpangan jalan krusial yang akan menentukan arah kesuksesan mereka dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga:




