Berita Empire

Update Berita Terbaru Setiap Harinya

Pembunuhan Adik Sendiri Demi Klaim Asuransi di Karo
BERITA TERKINI KRIMINAL PEMBUNUHAN

Pembunuhan Adik Sendiri Demi Klaim Asuransi di Karo

Beritaempire.com, Jakarta – Pembunuhan Adik Sendiri Demi Klaim Asuransi di Karo. Pepatah ‘darah lebih kental daripada air’ tampaknya tak berlaku bagi TS (42). Pria asal Medan Johor ini tega mengkhianati ikatan persaudaraan demi tumpukan rupiah. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tanah Karo berhasil membongkar skenario keji TS yang nekat menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri, Iwan Sudarto Simanjuntak (33), demi mencairkan klaim asuransi.

Kasus pembunuhan ini menjadi sorotan banyak orang karena tingkat kedinginan hati sang pelaku yang merencanakan pembunuhan secara sistematis dengan melibatkan seorang eksekutor bayaran.

Tabir gelap ini mulai tersingkap pada Minggu dini hari, 18 Januari 2026. Sekitar pukul 03.45 WIB, warga Desa Kineppen, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan lintas.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Pebriandi Haloho, melalui Kasat Reskrim AKP Eriks R, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka parah di bagian kepala dan wajah.

Korban Meninggal di Lokasi

“Korban sudah meninggal dunia di lokasi saat petugas tiba. Tim langsung mengevakuasi jenazah ke RSU Kabanjahe untuk proses visum,” ujar AKP Eriks, Rabu (4/2/2026).

Penyelidikan intensif yang dilakukan tim Sat Reskrim membuahkan hasil. Jejak digital dan keterangan saksi mengarah pada sosok LN (57), seorang petani asal Tapanuli Utara yang diketahui merupakan orang terakhir yang terlihat bersama korban.

Tak butuh waktu lama, polisi mencium keberadaan LN di wilayah Labuhan Batu Selatan. Dalam operasi senyap yang dilakukan pada Kamis (22/1/2026) pukul 02.00 WIB, LN berhasil diringkus di Jalan Lintas Sumatera, Cikampak.

Pembunuhan Adik Sendiri Demi Klaim Asuransi di Karo
beritaempire

 

Di hadapan penyidik, LN mengakui perbuatannya sebagai eksekutor, namun ia bernyanyi bahwa ia tidak bekerja sendiri. Ia hanyalah tangan kanan dari TS, kakak kandung korban sendiri.

Bagian paling ironis dari kasus ini adalah saat TS ditangkap. Tanpa rasa bersalah, TS justru mendatangi Mapolres Tanah Karo pada Rabu (28/1/2026).

Kedatangannya bukan untuk menyerahkan diri, melainkan dengan santai hendak mengurus surat keterangan kematian sang adik.

Polisi menduga kuat, surat tersebut merupakan syarat krusial yang dibutuhkan TS untuk mencairkan klaim asuransi atas nama adiknya.

“Sungguh ironis. Yang bersangkutan datang dengan tenang ke kantor polisi seolah tidak tahu bahwa kami sudah memegang bukti keterlibatannya sebagai otak pembunuhan. Ia mengira skenarionya berjalan mulus,” tegas AKP Eriks.

Baca  juga: Olimpiade Musim Dingin 2026 Dimulai: Pesta Olahraga Salju di Italia

Pembunuhan Berencana

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pembunuhan ini telah direncanakan dengan matang. TS menjemput korban di wilayah Mardingding dan membawanya ke sebuah kafe untuk menenggak minuman keras hingga korban dalam kondisi lemah.

Dengan dalih ada pekerjaan, korban diajak menaiki mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam (BK 1152 UZ). Di dalam mobil itulah, maut menjemput.

LN melakukan kekerasan fisik secara brutal hingga Iwan menghembuskan napas terakhir. Jasadnya kemudian dibuang di lokasi sepi untuk menghilangkan jejak.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa mobil yang digunakan, pakaian korban yang bersimbah darah, serta dokumen kependudukan korban.

Atas tindakan kejinya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Tanah Karo. Mereka dijerat dengan Pasal 459 KUHP 2023 tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. Pasal 460 KUHP 2023 tentang Pembunuhan, ancaman penjara maksimal 15 tahun.

“Kami pastikan proses hukum berjalan tuntas. Ini adalah perbuatan keji yang tidak dapat ditoleransi. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan, serapi apa pun disembunyikan, pasti akan terungkap,” tutup AKP Eriks dengan tegas.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *