Beritaempire.com, Jakarta – Pegawai Bea Cukai Kena Sanksi, 10 Dipecat. Direktorat Jenderal Bea serta Cukai( DJBC) menegaskan komitmennya dalam melindungi integritas organisasi lewat penegakan disiplin terhadap pegawai. Selama 2025, Bea Cukai menjatuhkan hukuman disiplin kepada 66 pegawai, tercantum 10 pegawai yang diberhentikan, selaku langkah tegas melindungi profesionalisme serta keyakinan publik.
Langkah tersebut dicoba bersamaan penguatan Sistem Pengendalian Internal yang terus diperkuat di area Bea Cukai. Penindakan terhadap pelanggaran internal dinilai berarti supaya segala proses pengawasan serta pelayanan publik berjalan akuntabel dan leluasa dari penyimpangan.
Direktur Komunikasi serta Tutorial Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan kalau penegakan disiplin jadi bagian tidak terpisahkan dari transformasi organisasi.
“ Selaku wujud komitmen nyata, selama 2025, sebanyak 66 pegawai dijatuhi hukuman disiplin, tercantum 10 pegawai yang diberhentikan, selaku langkah tegas dalam melindungi profesionalisme serta keyakinan publik,” ucap Nirwala dalam penjelasan tertulis, Pekan( 1/ 2/ 2026).
Penegakan disiplin ini berjalan beriringan dengan transformasi digital serta pembenahan tata kelola internal. Bea Cukai memperhitungkan integritas aparatur jadi fondasi utama dalam melaksanakan kedudukan selaku penjaga penerimaan negeri, pelindung warga, dan fasilitator perdagangan.
Penerimaan Negeri serta Pengawasan
Di tengah penguatan integritas internal, Bea Cukai senantiasa mencatat kinerja positif selama 2025. Penerimaan negeri dari zona kepabeanan serta cukai menggapai Rp 300, 3 triliun, berkembang tipis 0, 02 persen dibanding tahun lebih dahulu.
Rinciannya, penerimaan cukai tercatat sebesar Rp 221, 7 triliun, walaupun hadapi kontraksi akibat penyusutan penciptaan hasil tembakau. Sedangkan itu, penerimaan bea keluar melonjak signifikan jadi Rp 28, 4 triliun ataupun berkembang 36, 1 persen secara tahunan.
“ Kinerja positif penerimaan bea keluar didorong oleh peningkatan harga CPO global, kenaikan volume ekspor kelapa sawit, dan relaksasi kebijakan ekspor konsentrat tembaga,” ucap Nirwala.
Di sisi pengawasan, Bea Cukai mencatat 1. 806 penindakan narkotika dengan benda fakta menggapai 18, 4 ton. Penindakan ini diucap sukses menyelamatkan dekat 33 juta jiwa dari ancaman narkoba. Tidak hanya itu, lebih dari 14. 000 penindakan kepabeanan dicoba dengan nilai benda menggapai Rp 7, 6 triliun.
Fasilitasi, Digitalisasi, serta Kedudukan Global
Tidak hanya pengawasan serta penerimaan, Bea Cukai pula menguatkan kedudukannya selaku fasilitator perdagangan serta industri. Selama 2025, lebih dari Rp 40 triliun insentif kepabeanan disalurkan buat menunjang UMKM, industri, dan bermacam jadwal nasional serta internasional.
Lewat Klinik Ekspor, sebanyak 1. 616 UMKM menemukan pendampingan, dengan 745 di antara lain sukses menembus pasar ekspor. Sokongan pula diberikan lewat sarana KITE IKM yang dimanfaatkan oleh 112 industri kecil serta menengah.

Di sisi transformasi digital, Bea Cukai memperkenalkan Trade AI buat mengetahui kemampuan pelanggaran semenjak dini, dan memaksimalkan CEISA 4. 0 guna memesatkan layanan kepabeanan. Layanan All Indonesia pula diperkenalkan buat mempermudah penumpang internasional.
Pada tingkat global, Bea Cukai aktif menguatkan kerja sama internasional lewat implementasi 18 perjanjian FTA serta penandatanganan MRA AEO. Ke depan, Bea Cukai optimistis bisa terus melindungi integritas internal sekalian tingkatkan kontribusi untuk perekonomian nasional.
66 Pegawai Kena Sanksi
“ Selama 2025 terdapat 66 pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin, tercantum 10 yang diberhentikan,” ucap Nirwala dalam penjelasan tertulis, Sabtu( 31/ 1/ 2026).
Pada tahun lebih dahulu, DJBC pula mengambil langkah seragam. Selama 2024, sebanyak 27 pegawai diberhentikan sebab ikut serta permasalahan fraud serta pelanggaran disiplin berat.
Di sisi lain, 2025 pula jadi periode percepatan transformasi layanan Bea Cukai. DJBC mulai mengoperasikan Trade AI, sistem kecerdasan buatan yang menganalisis pola perdagangan buat mengetahui kemampuan pelanggaran semacam under- invoicing serta over- invoicing semenjak sesi dini.
Baca juga: Fulham Incar Rekor Tak Terkalahkan Lawan MU Di Old Trafford
Transformasi ini diperkuat lewat optimalisasi CEISA 4. 0 yang mengintegrasikan proses kepabeanan supaya pengecekan serta penerbitan perizinan lebih kilat serta pas sasaran.
Buat penumpang internasional, DJBC pula memperkenalkan layanan All Indonesia yang menyederhanakan proses kehadiran lewat satu formulir serta satu kode batang terintegrasi lintas lembaga.
Tidak hanya itu, Bea Cukai ikut memaksimalkan kanal digital serta web formal supaya akses data publik terus menjadi responsif serta gampang digunakan.
Langkah penindakan disiplin serta digitalisasi ini jadi bagian dari strategi DJBC membangun tata kelola yang lebih bersih, transparan, serta akuntabel.




