Bulan Ramadan Bukan Jadi – Kerutinan minum kopi ataupun teh dikala Ramadan kerap kali susah ditinggalkan, paling utama untuk mereka yang terbiasa komsumsi kafein tiap hari. Tetapi, apakah Kerutinan ini nyaman dikala melaksanakan ibadah puasa?
Bulan Ramadan Bukan Jadi Alasan Stop Ngopi Menurut Bidang Gizi
Guru Besar Bidang Gizi Warga serta Sumber Energi Keluarga Institut Pertanian Bogor, Profesor. Dokter. Ir. Ali Khomsan, MS, menegaskan kalau mengkonsumsi kopi serta teh sepanjang Ramadan butuh dicermati, paling utama dari sisi isi kafeinnya.
” Yang awal kopi itu bertabiat diuretik sehingga orang yang minum kopi hendak lebih banyak menghasilkan cairan via urine. Teh itu pula memiliki kafein namun bisa jadi tidak setinggi kopi sehingga akibatnya terhadap watak diuretik itu tidak sehebat seorang minum kopi,” kata Ali kepada Beritaempire.com
Baca Juga Informasi Seputaran Kesehatan Pada Artikel : Cobain 4 Menu Buka Puasa Dan Sahur Yang Bergizi Ini
Dampak Diuretik serta Resiko Dehidrasi
Bagi Ali, secara universal mengkonsumsi kopi ataupun teh dikala Ramadan tidak langsung mengusik kesehatan. Tetapi, dampak diuretik dari kafein dapat membuat badan lebih kerap buang air kecil, sehingga cairan badan lebih kilat menurun.
Keadaan ini berpotensi merangsang kehilangan cairan tubuh, paling utama dikala seorang menempuh puasa lebih dari 12 jam tanpa konsumsi cairan. Akibatnya dapat terasa dalam wujud badan lebih kilat lemas, gampang letih, sampai kurang fokus dikala beraktifitas.
Sebab itu, berarti buat mengendalikan jumlah mengkonsumsi kafein supaya tidak kelewatan sepanjang Ramadan, semacam dilansir dari Antara pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kendala Tidur Sepanjang Ramadan
Tidak hanya berisiko menimbulkan kehilangan cairan tubuh, kafein pula mempunyai dampak stimulan yang membuat seorang lebih terpelihara. Pada bulan Ramadan, pola tidur memanglah telah berganti sebab wajib bangun lebih dini buat sahur.
Bila mengkonsumsi kopi ataupun teh dicoba dalam jumlah besar, paling utama menjelang malam, perihal ini dapat memperparah mutu tidur. Dampaknya, badan jadi kurang rehat serta keadaan raga dikala berpuasa dapat menyusut.
Baca Juga : Berita Seputar Kesehatan Disini
Perhatikan Konsumsi Gula Tambahan
Kerutinan lain yang butuh dicermati sepanjang Ramadan merupakan pemakaian gula dalam kopi ataupun teh. Banyak orang meningkatkan gula dalam jumlah lumayan besar buat tingkatkan cita rasa.
Sementara itu, konsumsi gula berlebih dikala sahur ataupun berbuka bisa tingkatkan resiko kendala kesehatan, semacam lonjakan gula darah sampai kenaikan berat tubuh. Kurangi gula bonus jadi langkah bijak supaya ibadah puasa senantiasa sehat serta aman.
Gimana dengan Kombinasi Susu?
Sebagian orang pula meningkatkan susu ke dalam kopi ataupun teh. Ali menarangkan kalau mengombinasikan susu bukan berarti melenyapkan nilai gizinya. Tetapi, kala susu dicampur dengan kopi ataupun teh, khasiat nutrisinya tidak lagi dominan sebab cuma jadi aksesoris rasa.
” Oleh sebab itu memanglah aku lebih menyarankan jika kala kamu sahur, kala kamu berbuka itu minum cairan- cairan lain, bisa jadi akibat terhadap problem yang dialami tidak sangat besar,” ucap Ali.
Sumber Terpercaya :
Baca Juga Artikel Lainnya :




