Beritaempire.com Jakarta – Polisi mengungkap temuan penting penyebab kebakaran maut Terra Drone. Penyidik kini menetapkan Direktur Utamanya sebagai tersangka.
Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa hasil investigasi laboratorium forensik mengarah pada adanya pelanggaran prosedur keselamatan operasional di area fasilitas. Sejumlah dokumen internal hingga rekaman CCTV juga dikabarkan memperkuat dugaan bahwa proses pengawasan di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu itu sempat menggegerkan publik karena memunculkan asap pekat dan ledakan kecil dari dalam area fasilitas. Peristiwa tersebut memaksa puluhan pekerja dievakuasi dan menimbulkan kerugian material besar. Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut dinilai sebagai alarm soal lemahnya pengawasan standar keamanan.
Dalam konferensi pers, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), rekaman CCTV, dan keterangan saksi mengarah pada dugaan kuat bahwa ada prosedur keselamatan yang tidak dijalankan secara semestinya. Bukti dokumen internal perusahaan juga disebut menjadi salah satu faktor penting yang menyeret Dirut ke meja penyidikan.
Baca Juga:
“Dari hasil pemeriksaan dan bukti yang telah kami kumpulkan, penyidik menetapkan saudara D, Direktur Utama Terra Drone Indonesia, sebagai tersangka karena diduga lalai dalam memastikan area operasional berada dalam kondisi aman,” ujar salah satu pejabat Polda Metro Jaya.
Polisi juga menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu tersangka saja. Ada potensi penambahan tersangka jika ditemukan adanya peran pihak lain yang turut berkontribusi pada kelalaian tersebut. Saat ini, beberapa manajer operasional, teknisi, dan vendor sedang diperiksa secara intensif untuk melengkapi berkas perkara.
Di sisi lain, pihak Terra Drone Indonesia masih belum memberikan komentar resmi terkait status hukum pimpinan mereka. Namun sumber internal menyebut perusahaan sudah menyiapkan tim hukum untuk mendampingi proses yang sedang berjalan. Perusahaan itu sendiri dikenal bergerak di bidang teknologi drone industri yang banyak digunakan di sektor tambang, survei udara, hingga konstruksi.
Kasus ini menjadi perhatian karena dianggap sebagai pengingat serius bahwa industri berbasis teknologi sekalipun tetap wajib menerapkan standar keselamatan secara ketat. Polda Metro Jaya memastikan penyelidikan akan diusut tuntas demi mencegah kejadian serupa kembali terulang.




