Bulan Ramadhan 2026 segera tiba, dan salah satu ibadah yang paling dinanti oleh umat Muslim adalah shalat qiyamul lail. Di Indonesia, pelaksanaan Shalat Tarawih 20 Rakaat menjadi tradisi yang sangat kental, terutama di kalangan warga Nahdliyin dan pengikut mazhab Syafii. Meskipun terdapat variasi jumlah rakaat, durasi 20 rakaat plus 3 rakaat witir tetap menjadi standar mayoritas di berbagai masjid besar. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan mengikuti tradisi panjang yang telah diwariskan sejak zaman sahabat Nabi. Bagi Anda yang ingin memantapkan ibadah tahun ini, memahami rincian tata cara dan niat adalah langkah awal yang krusial. Tidak hanya sekadar gerakan fisik, shalat ini merupakan sarana penggugur dosa bagi siapa pun yang melaksanakannya dengan iman. Artikel ini akan mengupas tuntas panduan lengkap agar ibadah Anda semakin khusyuk dan sesuai tuntunan. Mari kita persiapkan diri untuk meraih keutamaan malam-malam Ramadhan dengan pemahaman yang benar.
🤲 Niat dan Persiapan Shalat Tarawih 20 Rakaat
Sebelum memulai rangkaian ibadah, niat memegang peranan vital sebagai pembeda antara kebiasaan dan ibadah. Dalam pelaksanaan Shalat Tarawih 20 Rakaat, niat dilafalkan atau ditetapkan dalam hati pada setiap awal dua rakaat.
Secara teknis, shalat ini dilakukan dengan skema dua rakaat satu salam, yang diulangi sebanyak sepuluh kali. Berikut adalah bacaan niat yang disesuaikan dengan posisi Anda dalam shalat:
-
Niat sebagai Makmum:
-
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
-
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
-
-
Niat sebagai Imam:
-
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta‘ālā.
-
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
-
-
Niat Shalat Sendiri (Munfarid):
-
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā.
-
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
-
Sangat disarankan untuk menjaga fokus sejak takbiratul ihram hingga salam terakhir. Mengingat jumlah rakaat yang cukup banyak, konsistensi niat di setiap awal sesi sangat membantu menjaga kualitas ibadah Anda.
🕋 Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih 20 Rakaat yang Benar
Urutan gerakan dalam shalat ini pada dasarnya sama dengan shalat sunnah lainnya, namun dilakukan secara berangkai. Untuk Shalat Tarawih 20 Rakaat, kuncinya adalah ketertiban dan ketenangan (tuma’ninah) agar tidak terkesan terburu-buru.
[Tabel: Urutan Rakaat dan Salam]
| Sesi Shalat | Jumlah Rakaat | Keterangan |
| Sesi 1 – 10 | 2 Rakaat x 10 | Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam |
| Jeda Istirahat | Antar Sesi | Biasanya diisi dengan selawat atau doa |
| Shalat Witir | 3 Rakaat | Penutup shalat malam (biasanya 2+1 salam) |
| Total | 23 Rakaat | Standar Umum di Indonesia |
Langkah-langkah di setiap dua rakaat meliputi:
-
Takbiratul Ihram disertai niat di dalam hati.
-
Membaca Doa Iftitah (sunnah) dan Surah Al-Fatihah (wajib).
-
Membaca Surah Pendek dari Al-Qur’an (disarankan berurutan dari Juz Amma).
-
Rukuk, I’tidal, Sujud, hingga duduk di antara dua sujud dengan sempurna.
-
Melakukan rakaat kedua dengan urutan yang sama, lalu diakhiri dengan Tahiyat Akhir dan Salam.
Setelah sepuluh kali salam, jamaah biasanya melanjutkan dengan shalat Witir sebanyak tiga rakaat. Shalat Witir ini berfungsi sebagai pengganjil dari seluruh rangkaian ibadah malam tersebut.
📜 Dalil dan Landasan Hukum Shalat Tarawih 20 Rakaat
Landasan hukum mengenai Shalat Tarawih 20 Rakaat berakar pada praktik para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Meskipun Nabi Muhammad SAW tidak membatasi jumlah rakaat secara kaku, tradisi 20 rakaat disepakati oleh mayoritas ulama empat mazhab.
Imam As-Sarakhsi dari mazhab Hanafi dan Imam Nawawi dari mazhab Syafii menegaskan bahwa jumlah ini adalah yang paling utama. Sebuah riwayat dari Imam Al-Baihaqi menyebutkan bahwa para sahabat di masa Umar bin Khattab melaksanakan 20 rakaat di bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi umat agar bisa lebih lama berinteraksi dengan bacaan Al-Qur’an dalam shalat.
Prinsip dasarnya adalah qiyamul lail yang dilakukan dengan penuh keimanan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari & Muslim). Dengan landasan yang kuat ini, umat Muslim tidak perlu ragu dalam menjalankan 20 rakaat selama mampu menjaganya dengan baik. Keberagaman jumlah rakaat justru menunjukkan keluwesan syariat Islam dalam beribadah.
Kesimpulan
Pelaksanaan Shalat Tarawih 20 Rakaat merupakan sarana luar biasa untuk mempertebal spiritualitas di bulan suci Ramadhan 2026 nanti. Dengan memahami niat yang benar, tata cara yang tertib, serta landasan dalil yang kuat, ibadah kita akan terasa lebih bermakna. Jumlah rakaat yang banyak bukan sekadar angka, melainkan kesempatan untuk lebih lama bersujud di hadapan Sang Pencipta. Penting bagi kita untuk tetap menjaga kesehatan fisik agar dapat menuntaskan seluruh rakaat dengan stamina yang prima. Semoga setiap gerakan dan doa yang kita panjatkan diterima sebagai amal salih yang menghapus kekhilafan di masa lalu. Selamat menyambut bulan mulia dengan semangat ibadah yang membara.
Baca juga:




