Beritaempire.com, Gianyar – Persebaya juara Piala Presiden 2026 setelah menuntaskan final paling menegangkan dalam sejarah turnamen pramusim ini. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam, Bajul Ijo menundukkan Persib Bandung lewat adu penalti 6-5 setelah 120 menit berakhir 1-1.
Tribun stadion nyaris kosong. Panitia memberlakukan kebijakan tanpa penonton sejak babak semifinal dengan alasan keamanan, sehingga yang terdengar sepanjang laga hanyalah teriakan pemain, bentakan pelatih, dan bunyi bola. Ironis untuk sebuah final sebesar itu, tetapi justru membuat drama adu penalti terasa telanjang.
Bagi Persebaya, trofi ini punya nilai lebih dari sekadar pemanasan musim. Klub Kota Pahlawan belum pernah sekali pun menyentuh piala tersebut sejak turnamen ini pertama digelar pada 2015. Malam itu, penantian sebelas tahun akhirnya tuntas.
Jalannya Final: Sananta Membuka, Matricardi Membalas
Persebaya memimpin lebih dulu pada menit ke-20. Umpan terobosan di sisi kanan disambut Rachmat Irianto yang datang dari lini kedua, lalu dikirim ke mulut gawang. Ramadhan Sananta, yang lepas dari pengawalan bek Persib, menyambarnya tanpa ampun ke gawang Teja Paku Alam.
Kegembiraan itu tidak berumur panjang. Empat menit berselang, Patricio Matricardi menuntaskan peluang dari dalam kotak penalti dan mengembalikan kedudukan menjadi 1-1. Sisa babak pertama berjalan ketat, dengan kedua tim saling menutup ruang ketimbang saling menyerang.
Babak kedua lebih terbuka, namun tetap tanpa gol. Jalan menuju Persebaya juara Piala Presiden 2026 ternyata masih panjang. Extra time pun tak mengubah papan skor, bahkan setelah Persib kehilangan Mario Peralta yang menerima kartu merah pada menit ke-112. Keunggulan jumlah pemain selama delapan menit terakhir tak mampu dikonversi Persebaya menjadi gol kemenangan.
Drama Adu Penalti dan Kepahlawanan Giedson
Adu penalti berjalan seperti pertandingan catat-mencatat kesalahan. Eksekutor pertama Persib, Uilliam Baros, langsung gagal ketika sepakannya dimentahkan kiper pengganti Persebaya. Empat algojo berikutnya dari kedua kubu sama-sama sukses, sampai giliran Yuran Fernandes tiba.
Sepakan bek asal Tanjung Verde itu diblok kiper Persib, dan keadaan kembali seimbang. Drama berlanjut ke penendang ketujuh, ketika Hamra Hamzah gagal menuntaskan tugas. Giedson lalu maju, menempatkan bola di sudut yang tak terjangkau, dan mengunci skor 6-5 seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Momen itulah yang memastikan Persebaya juara Piala Presiden 2026, sekaligus mengubah wajah daftar juara turnamen yang selama ini didominasi klub lain.
Total lima belas sepakan dieksekusi malam itu, tiga di antaranya gagal. Angka yang jarang muncul di final turnamen mana pun, dan cukup untuk membuat bangku cadangan kedua tim berdiri sepanjang sesi.
Daftar Juara Piala Presiden dari Masa ke Masa
Arema FC masih memegang rekor koleksi trofi terbanyak dengan empat gelar. Persebaya kini menjadi nama kedelapan yang tercatat, dan yang keenam berbeda.
| Edisi | Juara |
|---|---|
| 2015 | Persib Bandung |
| 2017 | Arema FC |
| 2018 | Persija Jakarta |
| 2019 | Arema FC |
| 2022 | Arema FC |
| 2024 | Arema FC |
| 2025 | Port FC (Thailand) |
| 2026 | Persebaya Surabaya |
Pada laga perebutan tempat ketiga yang digelar lebih dulu hari itu, Persija Jakarta mengalahkan Arema FC 3-1. Macan Kemayoran menutup turnamen di posisi tiga, sementara Singo Edan harus puas di urutan keempat.
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Rivera Sabet Pemain Terbaik
Kapten Persebaya, Francisco Rivera, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik. Gelandang asal Meksiko itu tampil konsisten sejak fase grup, dan panitia menyebut kontribusinya sebagai bagian penting dari perjalanan Bajul Ijo menuju gelar. Sepatu Emas jatuh ke tangan striker Arema FC, Gustavo Henrique, dengan koleksi empat gol.
Penghargaan pemain muda terbaik diberikan kepada bintang Persija, Arlyansyah Abdulmanan. Adapun predikat suporter terbaik juga menjadi milik Persebaya — catatan yang menarik mengingat laga puncak justru digelar tanpa satu pun pendukung di tribun.
Soal uang, penyelenggara mengumumkan kenaikan hadiah menjelang final. Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menyebut angka juara naik menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya Rp6 miliar. “Hari ini saya putuskan untuk juara dua tambahan Rp500 juta, juara tiga tambah Rp500 juta, juara empat tambah Rp500 juta,” ujarnya dalam konferensi pers Rabu (5/8) seperti dikutip Tirto.
Dengan begitu, Persib membawa pulang Rp3,5 miliar sebagai runner-up, Persija Rp2,5 miliar, dan Arema Rp1,5 miliar.
Modal Persebaya Menuju Musim Baru
Piala Presiden 2026 bergulir sejak 25 Juli, dengan fase grup terbagi di Bandung dan Surabaya sebelum babak gugur dipindahkan ke Bali. Turnamen ini memang berstatus pramusim, tetapi hasilnya kerap dibaca sebagai indikator awal kesiapan tim menghadapi kompetisi resmi.
Dari sudut itu, Persebaya juara Piala Presiden 2026 adalah sinyal yang sulit diabaikan. Kombinasi Sananta di ujung tombak, Rivera sebagai pengatur tempo, dan pertahanan yang hanya kebobolan satu gol di final menunjukkan struktur tim yang sudah terbentuk sejak dini.
Persib pulang dengan rasa yang campur aduk. Maung Bandung tampil kompetitif sepanjang 120 menit dan hanya menyerah di titik putih, tempat yang sepanjang sejarah sepak bola tidak pernah adil kepada siapa pun. Kartu merah Peralta di menit ke-112 memaksa mereka menutup laga dengan sepuluh pemain, dan beban itu terasa saat adu penalti tiba.
Cerita Persebaya juara Piala Presiden 2026 pada akhirnya adalah cerita tentang ketenangan. Bukan tim yang paling dominan, bukan pula yang paling banyak menciptakan peluang, tetapi yang paling sedikit gemetar ketika bola diletakkan di titik putih. Simak terus kabar sepak bola lainnya di Beritaempire.com.





