JAKARTA – Dunia teknologi dan industri manufaktur diguncang oleh tragedi memilukan di Hwaseong, Korea Selatan, di mana kebakaran dahsyat melanda sebuah fasilitas produksi baterai. Peristiwa tersebut, yang terjadi pada Senin, 9 Desember 2025, menyebabkan hilangnya nyawa sedikitnya 22 karyawan. Di antara korban tewas tersebut, terdapat staf yang bekerja di fasilitas tersebut, termasuk karyawan yang berafiliasi dengan Terra Drone Center, sebuah entitas yang bergerak dalam pelatihan dan pengembangan teknologi drone.
Menyusul tragedi tersebut, Terra Drone Center mengeluarkan Pernyataan Terra Drone Kebakaran yang berisi ungkapan duka cita mendalam, komitmen penuh terhadap transparansi, dan kerja sama tanpa syarat dengan pihak berwenang. Tragedi ini menyoroti risiko keselamatan yang tinggi dalam produksi massal baterai lithium, yang merupakan sumber daya vital bagi sektor teknologi, mulai dari EV hingga drone. Kejadian ini telah memicu penyelidikan besar-besaran oleh pihak berwenang Korea Selatan mengenai protokol keselamatan dan standar operasi fasilitas tersebut.
🕯️ Duka Cita dan Komitmen Penuh
Dalam pernyataan resminya, manajemen Terra Drone mengungkapkan kesedihan mendalam atas hilangnya nyawa yang tak terhitung, dan menyatakan fokus utama mereka saat ini adalah dukungan terhadap keluarga korban.
1. Fokus Dukungan Kemanusiaan
-
Bantuan Korban: Terra Drone Center menyatakan akan memprioritaskan penyediaan bantuan finansial dan dukungan psikologis kepada keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta, serta perawatan medis bagi mereka yang terluka.
-
Transparansi Penuh: Entitas tersebut berjanji untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan dengan publik dan media, terutama dalam perkembangan investigasi.
2. Memastikan Kejelasan Afiliasi
Penting untuk dicatat bahwa meskipun karyawan yang berafiliasi dengan Terra Drone Center berada di lokasi, kebakaran terjadi di fasilitas manufaktur baterai, yang merupakan mitra atau penyedia layanan bagi mereka.
-
Penjelasan Operasional: Fasilitas yang terbakar adalah pabrik yang fokus pada produksi baterai lithium-ion atau sel baterai, yang mana drone center tersebut menggunakan lokasi tersebut untuk tujuan pelatihan atau integrasi teknologi baterai ke dalam platform drone mereka.
🔬 Investigasi Penyebab: Risiko Baterai Lithium
Penyebab awal kebakaran, yang menyebar dengan cepat dan menghasilkan asap beracun tebal, diduga kuat berasal dari ledakan baterai lithium-ion yang sedang diuji atau diproduksi.
1. Bahaya Baterai Li-ion
-
Thermal Runaway: Baterai lithium-ion rentan terhadap kondisi yang disebut thermal runaway ketika terlalu panas, rusak, atau diisi daya secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan reaksi berantai eksotermik di dalam sel baterai, menghasilkan panas ekstrem, api, dan pelepasan gas beracun.
-
Akses Terbatas: Pihak berwenang Korsel melaporkan bahwa laju penyebaran api yang cepat dan asap yang tebal di lokasi kejadian (yang merupakan struktur pabrik besar) menyebabkan banyak korban tidak dapat melarikan diri tepat waktu. Hal ini memicu pertanyaan tentang ketersediaan pintu keluar darurat dan protokol pelatihan kebakaran di fasilitas tersebut.
2. Pertanyaan Mengenai Protokol Keselamatan
Fokus utama penyelidikan saat ini adalah apakah pabrik tersebut mematuhi standar keselamatan kebakaran yang ketat, terutama yang berkaitan dengan penyimpanan dan penanganan bahan yang mudah terbakar seperti baterai lithium dalam jumlah besar.
-
Penyimpanan Baterai: Investigasi akan menyelidiki apakah baterai disimpan dengan jarak yang cukup, apakah ada sistem pemadam api yang spesifik untuk kebakaran baterai lithium (yang berbeda dengan api biasa), dan apakah ada sistem ventilasi yang memadai untuk mengeluarkan gas beracun.
-
Tanggung Jawab Hukum: Pernyataan Terra Drone Kebakaran menggarisbawahi komitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam menentukan rantai tanggung jawab, termasuk owner fasilitas manufaktur dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keamanan operasional harian.
🌐 Dampak Global pada Industri Drone dan EV
Tragedi ini memiliki implikasi luas, melampaui Korea Selatan, memengaruhi persepsi risiko di seluruh rantai pasok teknologi global.
1. Peningkatan Pengawasan Regulasi
-
Sektor Manufaktur Baterai: Diharapkan akan ada peningkatan drastis dalam pengawasan regulasi keselamatan pabrik baterai di seluruh dunia, terutama di Tiongkok, Jepang, dan AS. Regulator akan meninjau ulang standar penyimpanan, pengisian, dan pengujian baterai lithium berkapasitas tinggi.
-
Dampak pada Drone dan EV: Karena baterai adalah jantung dari industri drone dan kendaraan listrik (EV), insiden ini dapat meningkatkan biaya produksi (karena persyaratan keselamatan yang lebih ketat) dan, dalam jangka pendek, menciptakan kekhawatiran publik tentang keamanan produk yang menggunakan baterai ini.
2. Peluang Inovasi Keselamatan Baterai
Tragedi ini juga berfungsi sebagai katalisator untuk inovasi dalam teknologi baterai yang lebih aman, seperti baterai solid-state atau sodium-ion, yang secara inheren kurang rentan terhadap thermal runaway. Perusahaan seperti Terra Drone, yang sangat bergantung pada kinerja baterai yang andal, akan dituntut untuk meningkatkan standar pengujian dan sertifikasi mereka.
Pernyataan Terra Drone Kebakaran ini bukan hanya tentang belasungkawa, tetapi juga pengakuan akan tanggung jawab industri. Insiden di Hwaseong ini harus menjadi titik balik, menuntut industri teknologi untuk memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan produksi, memastikan bahwa ambisi teknologi tidak mengorbankan nyawa pekerja yang berharga.
Baca juga:




