Beritaempire.com, Jakarta – Janji Mahar Nikah 400 USD Malah Diberikan Uang Rp 100 Ribu. Intan Anggraeni, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, masih tak percaya dengan cerita pernikahannya yang berakhir pahit. Baru beberapa jam menjadi istri, Intan dibuat syok dengan sosok yang dinikahinya.
Erfastino Reynaldi Malawat ternyata bukan pria. Dia adalah wanita yang menyamar menjadi laki-laki demi dekat dan menikahi Intan.
Mereka berkenalan di sebuah kafe di Kota Batu Malang. Tempat Intan bekerja. Setelah beberapa hari dekat, Intan tanpa menaruh curiga menerima ajakan pelaku untuk berpacaran.
Intan kemudian diajak menikah. Tapi secara siri. Lagi-lagi, Intan tanpa bimbang langsung mengiyakan. Padahal, usia perkenalan mereka baru memasuki bulan kedua.
Sejumlah iming-iming disampaikan wanita yang mengaku pria bernama Rey itu pada Intan. Selain mobil dan rumah mewah, dia mengatakan siap memberikan mahar berupa mata uang asing. Tetapi kenyataannya, mahar diberikan hanya Rp 100.000 pada hari H.
“Mahar pernikahan yang dijanjikan sebesar 400 US dollar tenyata juga hanya diberikan uang Rp 100 ribu,” kata Intan kepada wartawan di Polresta Malang.
Upaya pelaku meyakinkan Intan tak berhenti sampai di situ. Dia juga berjanji akan menggelar pesta pernikahan di hotel berbintang dalam waktu dekat. Tetapi untuk ijab kabul dilakukan di kediaman Intan dengan sederhana.
“Janji pernikahan resmi dalam waktu dekat di hotel mewah di Kota Malang yakni Grand Mercure Mirama.” kata Intan kepada wartawan di Polresta Malang.
Dilaporkan ke Polisi
Kemesraan sebagai pengantin baru malah menjadi duka mendalam buat Intan. Hanya beberapa jam setelah resmi menjadi suami istri, Intan menemukan fakta bahwa orang yang menikahinya ternyata juga berjenis kelamin perempuan. Intan menangis sejadi-jadinya pada keluarga.
Pengakuan Intan membuat keluarga naik pitam. Mereka tak menyangka Intan dibohongi ‘lelaki’ pilihannya. Saking kesalnya, keluarga Intan memutuskan melapor ke Satreskrim Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).
Keluarga Intan melaporkan Erfastino Reynaldi Malawat dengan dugaan pemalsuan identitas.
“Laporan sementara terkait pemalsuan dokumen yang digunakan untuk menikahi Intan. Dia mengaku pria tulen, setelah menikah baru diketahui ternyata dia adalah perempuan. Itu diketahui saat malam pertama,” kata Eko NS, perwakilan keluarga Intan, kepada wartawan.
Terpisah, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo membenarkan laporan dari keluarga Intan. Namun dia belum mau bicara banyak dan hanya memastikan tengah mendalami kasus tersebut.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.
“Selama kenal sejak Februari 2026 itu, saya banyak dibelikan, mulai tas sampai baju. Bahkan, beberapa hutang saya dilunasi, paling besar itu yang dilunasi Rp2,5 juta,” jelasnya.
Selain itu, setelah prosesi nikah resmi Rey juga menjanjikan Intan berbagai barang mewah. Mulai dari mobil hingga mahar uang tunai puluhan juta.

Dijanjikan Mobil Sport Lamborghini
“Saya dijanjikan mobil mewah Lamborghini warna putih, tapi bukti pembelian dan sebagainya tidak ditunjukkan, hanyak fotonya saja. Kemudian mahar nikah resminya sebesar 400 Dollar AS, yang semua akan diberikan setelah menikah resmi,” jelasnya.
Melihat kebiasaan selama berhubungan, membuat janji yang dilontarkan Rey seolah masuk akal. Namun, beberapa kecurigaan mulai muncul saat latar belakang keluarga Rey ditutup rapat. Bahkan, ia sempat melarang kelurga Intan melayat saat nenek Rey berpulang.
“Jadi di tanggal 3 April 2026 itu, Rey bilang kalau mau nikah mayit di Batu. Namun, karena terlalu ramai, ia meminta agar dilakukan nikah siri, secepatnya, kalau tidak ia tidak bisa menikah. Akhirnya disaksikan keluarga saya, nikah di rumah saya, dengan mahar Rp100 ribu,” lanjutnya.
Selain kecurigaan karena misteriusnya latar belakang keluarga, Intan juga dipaksa membuat paspor oleh Rey. Paspor itu dikatakannya untuk pergi ke Thailand tanggal 28 April 2026, setelah menikah resmi nanti yang direncanakan 8 April 2026.
“Jadi nanti katanya setelah menikah resmi, saya diajak ke Thailand untuk berlibur. Sebelum ke Thailand, saya diajak ke Jakarta dulu untuk menyelesaikan urusannya,” terang Intan.
Setelah mengetahui, identitas asli Rey, desakan tersebut memunculkan kecurigaan. Pihak keluarga takut, Intan menjadi korban human trafficking. Hal ini yang menguatkan untuk melaporkan sosok yang mengaku Rey ke Satreskrim Polresta Malang Kota.
Baca juga: Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6%
Sempat Marah dan Usir dari Rumah
“Sebelumnya, keluarga sempat marah dan mengusir dari rumah dan dia (Rey, red) keluar rumah. Kemudian dia mengancam akan menculik saya dan bahkan saat saya membuat laporan, saya dihubungi lagi melalui pesan diancam akan dilaporkan balik,” tegasnya.
Ancaman ini, membuat Intan dan keluarga ketakutan. Bahkan, dirinya harus berhenti sementara dari pekerjaannya, dan memilih berada di rumah.
Diberitakan, Malang Posco Media sebelumnya, korban Intan mengenal terlapor Rey sejak Februari 2026. Keduanya bertemu ke kafe tempat Intan kerja, dan langsung menjalin hubungan hingga sepakat menikah secara cepat.
Namun, setelah pernikahan berlangsung, korban menemukan kejanggalan hingga akhirnya terlapor mengaku berjenis kelamin perempuan. Terlaporsempay menjanjikan akan mengganti gender setelah menikah resmi.
Sebelumnya, terlapor diduga memalsukan identitas, termasuk KTP dengan jenis kelamin laki-laki, untuk meyakinkan korban. Merasa tertipu dan mengalami tekanan psikologis, korban bersama keluarga melaporkan kasus tersebut ke polisi atas dugaan pemalsuan dokumen yang berujung penipuan.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota menyatakan laporan telah diterima dan saat ini masih dalam proses pendalaman. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan Intan, dan akan kembali menjadwalkan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.




