Beritaempire.com, Jakarta – AS Menarik Diri Berbagai Organisasi Multi-Nasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum kepresidenan yang memerintahkan penarikan formal AS dari 66 organisasi internasional, tercantum beberapa tubuh utama Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB) serta lembaga global yang lain. Langkah ini menandai perpindahan kebijakan luar negara yang tajam mengarah pengutamaan kepentingan nasional atas kerja sama multilateral, bagi statment Gedung Putih.
Memorandum yang ditandatangani pada 7 Januari 2026 memusatkan segala kementerian serta lembaga eksekutif AS buat lekas mengakhiri partisipasi serta pendanaan untuk 31 entitas yang berafiliasi dengan PBB dan 35 organisasi non- PBB yang dikira beroperasi“ berlawanan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, ataupun kedaulatan AS”.
Catatan entitas yang hendak ditinggalkan AS mencakup beberapa tubuh berarti, antara lain, dilansir dari DW News, Kamis( 8/ 1/ 2026).
Entitas PBB yang dicabut:
- UN Framework Convention on Climate Change( UNFCCC)
- UN Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women( UN Women)
- UN Population Fund( UNFPA)
- UN Conference on Trade and Development( UNCTAD)
- UN Human Settlements Programme( UN- Habitat)
- Office of the Special Representative of the Secretary- General for Children in Armed Conflict
- Office of the Special Representative on Sexual Violence in Conflict
- Permanent Forum on People of African Descent
- UN Energy
- UN Democracy Funddan 21 entitas yang lain yang mencakup bermacam guna sosial, ekonomi, serta koordinasi PBB. The White House
Alibi serta Dampak
Bagi statment formal Gedung Putih, keputusan ini didasari pada penemuan review yang diperintahkan Trump lebih dahulu kalau organisasi- organisasi tersebut“ tidak lagi melayani kepentingan Amerika Serikat”. Pemerintah melaporkan entitas ini dikira redudan dalam ruang lingkupnya, dikelola dengan kurang baik, tidak butuh, tidak efektif, ataupun apalagi beroperasi berlawanan dengan nilai serta kepentingan AS.
Ahli diplomasi internasional serta kritikus kebijakan luar negara memperingatkan kalau penarikan ini bisa melemahkan posisi AS dalam upaya menanggulangi tantangan global, paling utama di bidang pergantian hawa serta kesehatan publik. Penarikan dari UNFCCC, misalnya, berarti AS menarik diri dari kerangka kerja yang jadi bawah konvensi hawa global semenjak 1992.
Langkah ini menjajaki serangkaian keputusan lebih dahulu oleh pemerintahan Trump, tercantum penarikan dari Paris Agreement, Organisasi Kesehatan Dunia( World Health Organization), serta UNESCO, dan pengurangan pendanaan untuk sebagian tubuh PBB.

Respon Internasional
Sebagian organisasi yang terdampak, semacam Pacific Regional Environment Programme( SPREP) . Menekan AS menjajaki proses penarikan resmi cocok hukum internasional saat sebelum keluar secara penuh dari keanggotaan mereka. Kritik ini mencerminkan kekhawatiran kalau penarikan AS bisa kurangi daya guna asumsi terhadap isu- isu lintas batasan semacam pergantian hawa serta proteksi area.
Pemerintah AS berargumen langkah ini bertujuan buat mengalokasikan sumber energi fiskal serta politik lebih efektif untuk kepentingan nasional. Sekalian menekankan kedaulatan negeri dalam memastikan keterlibatan dalam forum global. Tetapi, beberapa analis memperhitungkan kebijakan ini dapat berakibat jangka panjang terhadap pengaruh diplomatik AS serta kerja sama internasional di masa depan.
Kelompok area memperingatkan kalau penarikan AS hendak membuat negeri tersebut tersisih dari pengambilan keputusan berarti terpaut penindakan pemanasan global.” Bukan cuma kontraproduktif membiarkan negeri lain menetapkan ketentuan global mengarah transisi tenaga bersih. Namun pula berarti melupakan kesempatan investasi triliunan dolar, penciptaan lapangan kerja. Bayaran tenaga yang lebih rendah, dan pasar baru untuk teknologi bersih Amerika” kata Manish Bapna, Presiden Alami Resources Defense Council.
Baca juga: Video Jule Tanpa Hijab dan Pakai Tank Top Viral, Netizen Ramai Berkomentar
Belum Terdapat Komentar
Juru bicara PBB melaporkan organisasi tersebut belum hendak berpendapat saat sebelum mendapatkan rincian bonus terpaut keputusan AS.
Sedangkan itu, Menteri Luar Negara Marco Rubio berkata kelompok- kelompok tersebut bekerja buat melemahkan kedaulatan AS.” Tidak bisa diterima lagi mengirimkan darah, keringat, serta harta rakyat Amerika ke lembaga-lembaga ini dengan hasil yang hampir tidak terdapat” ucapnya dalam siaran pers Rabu.” Masa miliaran dolar duit pembayar pajak mengalir ke kepentingan asing dengan mempertaruhkan rakyat kita sudah berakhir.”
Lembar kenyataan Gedung Putih tidak merinci nilai dana yang ikut serta dalam penarikan tersebut. Tetapi, keputusan ini timbul dekat sepekan sehabis PBB menyetujui pemangkasan anggaran sebesar 7 persen di tengah krisis keuangan. Yang sebagian besar dipicu oleh penolakan AS membayar iuran yang jadi kewajibannya.
Pemangkasan tersebut, tercantum pengurangan dekat 2. 900 posisi, dicoba dikala PBB berupaya memencet bayaran di bermacam lini. Tahun kemudian, organisasi itu apalagi mengumumkan tidak lagi sediakan tisu kertas di kamar mandi markas besarnya di New York.




