Beritaempire.com, Jakarta – Nasihat JK Untuk Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik. Wakil Presiden ke- 10 serta ke- 12 RI, Jusuf Kalla( JK) mengatakan sebabnya menasihati Presiden ke- 7 RI, Joko Widodo, buat menampilkan ijazah asli ke publik. Baginya nasihat itu di informasikan sebab dirinya merasa lebih tua serta senior.
” Aku lebih tua dari ia. Jadi, selaku orang yang lebih senior, aku nasihati,” ucap JK dilansir Senin( 20/ 4/ 2026).
JK pula memperhitungkan polemik terpaut keaslian ijazah Jokowi telah berlangsung lumayan lama, ialah dekat 2 tahun. Ia mempertanyakan kenapa dokumen tersebut tidak lekas diperlihatkan buat meredam perdebatan di tengah warga.
” Mengapa tidak dikasih amati? Membiarkan warga ini berkelahi sendiri, silih memaki warga, 2 tahun,” katanya.
Tegaskan Dalam Posisi Netral
JK menegaskan dirinya terletak dalam posisi netral dalam polemik tersebut. Ia apalagi mengaku menolak berjumpa dengan beberapa pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, semacam Rismon Hasiholan Sianipar serta Roy Suryo.
” Rismon ingin ketemu aku dengan 7 orang, aku tidak terima. Roy Suryo ingin ketemu, aku tolak. Demi aku ingin netral,” ucapnya.
JK pula menyinggung hubungannya yang telah terjalin lama dengan Jokowi, apalagi saat sebelum Jokowi berprofesi selaku Gubernur DKI Jakarta. Ia mengaku ikut berfungsi bawa Jokowi ke panggung politik nasional.
” Apa minimnya aku coba? Aku yang membawa ke Jakarta,” katanya.
” Aku yang bantu Jokowi. Tanya sama dia. Kasih amati gambar ini. Itu masih gunakan pakaian kotak- kotaknya. Janganlah macam- macam begitu,” lanjut JK, dilansir Antara.
JK Memohon Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Polisikan Rismon
Lebih dahulu, JK memohon Jokowi menampilkan ijazah asli ke publik sehabis memberi tahu Rismon ke Kepolisian Negeri Republik Indonesia pada 8 April 2026.
Dikala itu, JK memperhitungkan polemik tersebut bisa lekas diakhiri bila Jokowi memperlihatkan dokumen aslinya.
” Aku percaya Jokowi memiliki ijazah aslinya. Ya, sesungguhnya kita stoplah ini masalah dengan metode Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” ucap JK.
Dalam statment lebih dahulu, Kalla melaporkan masalah ijazah Jokowi memunculkan konflik horizontal berbentuk perpecahan di warga.“ Tinggal dikasih amati warga saja berakhir. Berakhir lah bulan ini menampilkan ijazah. Aku percaya serta tentu Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana presiden tidak menginginkan masyarakatnya rusak belah sebab soal kecil ini,” katanya.
Mantan presiden Jokowi membantah asumsi polemik ijazahnya memunculkan konflik horizontal di warga. Bagi ia, polemik yang tumbuh tidak hingga pada tingkatan yang mengecam stabilitas sosial.

Respons Jokowi
Ketua Setiap hari DPP Partai Solidaritas Indonesia( PSI), Bestari Barus menemui Presiden ke- 7, Joko Widodo di Solo. Dalam pertemuan itu dia mengaku mangulas banyak perihal dengan Jokowi tercantum soal permintaan Jusuf Kalla membuktikan Ijazah.
” Ya tadi bahas politik iya, ijazah- ijazah tipis- tipis, hal- hal lain. Jadi aku kira begini, kalau hari ini terdapat sebagian perihal yang mencuat ke publik terpaut terdapatnya statment dari Pak Jusuf Kalla ya, yang memohon kalau gampang saja ini silakan Pak Jokowi buat menampilkan ijazahnya,” katanya dikala ditemui awak media, Senin( 13/ 4/ 2026).
Baca juga: Huawei Pura 90 Series: Bocoran Spesifikasi dan Kamera Istimewa
Bagi Jokowi, masalah tersebut ialah urusan individu sebab berkaitan langsung dengan pencemaran nama dirinya, walaupun akibatnya meluas ke ruang publik. Jokowi menegaskan, dalam konteks hukum, beban pembuktian terletak pada pihak yang menuduh.
Ia menolak logika pembuktian yang dibalik, ialah pihak yang dituduh malah dimohon meyakinkan kalau dia tidak bersalah.“ Itu pula kita serahkan pada proses hukum yang terdapat. Memanglah semestinya yang menuduh yang meyakinkan. Bukan aku disuruh menampilkan. Nanti seluruh orang dapat menuduh, lalu yang dituduh dimohon menampilkan fakta. Itu terbalik- balik,” ucap Jokowi, Jumat, 10 April 2026.
Perkara ijazah palsu Jokowi belum lama menyeret JK. Dia memberi tahu Rismon Hasiholan Sianipar atas tuduhan fitnah sebab berkata dirinya membagikan Rp 5 miliyar kepada Roy Suryo serta kawan- kawan terpaut dengan serbuan soal ijazah terhadap Jokowi.
Rismon Sianipar serta Roy Suryo sudah diresmikan Polda Metro Jaya selaku terdakwa pencemaran nama baik serta penyebaran kabar bohong soal ijazah Jokowi.




