Berita Empire

Update Berita Terbaru Setiap Harinya

Fortnite Kembali ke Google Play
BERITA TERKINI

Fortnite Kembali ke Google Play Setelah Perintah Pengadilan

JAKARTA – Setelah lebih dari lima tahun berseteru hukum yang intens dan mengguncang industri teknologi, game battle royale populer, Fortnite, secara resmi kembali ke Google Play Store. Kembalinya Fortnite Kembali ke Google Play pada awal Agustus 2025 ini bukan hanya kabar gembira bagi jutaan gamer Android yang kesulitan menginstal pembaruan, tetapi juga merupakan kemenangan hukum yang monumental bagi Epic Games dan seluruh pengembang aplikasi di dunia.

Kembalinya Fortnite adalah hasil langsung dari serangkaian keputusan pengadilan, puncaknya adalah penolakan banding Google terhadap putusan juri di California pada akhir tahun 2023. Putusan tersebut menyatakan bahwa Google terbukti melanggar undang-undang antitrust dengan memonopoli distribusi aplikasi dan sistem pembayaran di ekosistem Android. Perintah pengadilan yang menyertainya memaksa Google untuk membuat perubahan besar pada kebijakannya, termasuk mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga dan sistem pembayaran alternatif untuk beroperasi di dalam Play Store—sebuah pukulan telak bagi model bisnis komisi 30% Google.

💥 Konflik Awal: Mengapa Fortnite Dihapus?

Untuk memahami besarnya kembalinya Fortnite, kita perlu melihat ke belakang pada tahun 2020, saat konflik yang dijuluki #FreeFortnite ini dimulai.

1. Perang Komisi 30%

Pada Agustus 2020, Epic Games, pengembang Fortnite, mengambil tindakan drastis dengan menyematkan sistem pembayaran in-app mereka sendiri di Fortnite versi Android dan iOS. Langkah ini dirancang untuk memotong sistem pembayaran Google dan Apple yang mewajibkan potongan komisi sebesar 30% untuk setiap transaksi.

  • Reaksi Google: Google dengan cepat menghapus Fortnite dari Play Store, dengan alasan Epic melanggar syarat dan ketentuan layanan mereka yang mensyaratkan penggunaan Google Play Billing.

  • Gugatan Hukum: Epic Games segera mengajukan gugatan antitrust terhadap Google (dan juga Apple), menuduh kedua raksasa tersebut melakukan praktik monopoli ilegal yang mencekik inovasi dan membebani konsumen dengan harga yang lebih tinggi.

2. Penderitaan Pengguna Android

Selama perseteruan ini, pengguna Android masih bisa mengunduh Fortnite melalui situs web Epic Games atau melalui Samsung Galaxy Store. Namun, proses ini seringkali rumit, rentan terhadap masalah keamanan, dan yang paling penting, tidak menerima pembaruan secara otomatis—sehingga pengalaman bermain menjadi terhambat.

🏛️ Kemenangan di Meja Hijau

Perjalanan hukum Epic Games melawan Google akhirnya mencapai puncaknya dengan kemenangan yang berdampak global.

1. Putusan Juri dan Monopoli

Pada Desember 2023, setelah berbulan-bulan persidangan, juri federal di San Francisco dengan suara bulat memutuskan bahwa Google telah menggunakan kekuatan monopoli secara ilegal untuk menahan persaingan di pasar distribusi aplikasi dan layanan penagihan di Android. Putusan ini menggarisbawahi beberapa praktik Google yang dianggap antikompetitif, termasuk:

  • Kesepakatan Project Hug: Diduga membayar pengembang besar untuk tidak meluncurkan toko aplikasi pesaing.

  • Ikatan Ilegal: Mengikat Play Store dengan Google Play Billing.

2. Perintah Perubahan Kebijakan

Penolakan banding Google pada pertengahan 2025 memicu implementasi segera putusan pengadilan. Hakim Distrik AS, James Donato, mengeluarkan perintah yang memaksa Google untuk:

  • Mengizinkan Toko Aplikasi Pesaing: Google wajib mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga, seperti Epic Games Store, untuk diunduh dan diakses secara publik di dalam Play Store.

  • Sistem Pembayaran Alternatif: Google tidak boleh lagi memaksa pengembang menggunakan Google Play Billing dan harus mengizinkan pengembang untuk menggunakan sistem pembayaran alternatif (third-party payment system) di dalam aplikasi mereka.

Keputusan ini adalah alasan utama mengapa Fortnite Kembali ke Google Play. Ini bukan karena Epic tiba-tiba setuju dengan komisi 30% Google, tetapi karena Google dipaksa untuk mengubah aturan mainnya.

🚀 Implikasi yang Lebih Luas: Android yang Lebih Terbuka

Kembalinya Fortnite ke Google Play, dan yang lebih penting, masuknya Epic Games Store ke ekosistem Android resmi, memiliki implikasi besar bagi industri teknologi.

1. Kompetisi Harga dan Pilihan Konsumen

  • Harga Lebih Rendah: Pengembang kini memiliki kemampuan untuk menawarkan harga yang lebih rendah kepada konsumen jika mereka menggunakan sistem pembayaran alternatif. Misalnya, Epic dapat menawarkan V-Bucks dengan harga diskon di toko mereka sendiri karena tidak harus membayar komisi 30% ke Google.

  • Keamanan yang Lebih Baik: Fortnite Kembali ke Google Play menghilangkan kebutuhan bagi gamer biasa untuk menginstal aplikasi melalui sideloading yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan, karena sekarang Fortnite dapat diperbarui secara otomatis dan tepercaya.

2. Perubahan Global

Meskipun putusan pengadilan ini berlaku di AS, analis percaya bahwa tekanan hukum global (termasuk regulasi Digital Markets Act di Uni Eropa dan kasus serupa di Korea Selatan) akan memaksa Google untuk menerapkan kebijakan yang lebih terbuka secara global. Hal ini berpotensi mengubah total model bisnis Play Store yang bernilai miliaran dolar.

CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyambut baik putusan ini, menyebutnya sebagai “kemenangan bagi semua pengembang dan konsumen.” Kembalinya Fortnite adalah simbol nyata dari era baru: di mana platform dominan dipaksa untuk membuka diri, dan kompetisi, alih-alih monopoli, menjadi mesin pendorong inovasi dan keuntungan bagi semua pihak.

Baca juga:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *